Jembatan Bailey

Polri Percepat Pembangunan 2 Jembatan Bailey di Agam

Polri Percepat Pembangunan 2 Jembatan Bailey di Agam
Polri Percepat Pembangunan 2 Jembatan Bailey di Agam

JAKARTA - Di tengah upaya pemulihan pasca bencana alam di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Polri segera menyelesaikan pembangunan dua jembatan bailey yang akan menghubungkan kawasan-kawasan terdampak banjir bandang. 

Pembangunan jembatan ini adalah langkah konkret untuk memulihkan akses utama bagi masyarakat, khususnya di daerah yang sangat membutuhkan infrastruktur ini untuk aktivitas sehari-hari, seperti berbelanja dan bersekolah.

Wakil Komandan Batalyon Satuan Tugas Penanganan Bencana Brimob Polda Sumbar, Kompol Dasrinal, menjelaskan bahwa dua jembatan bailey dibangun di Kecamatan Palembayan, dengan lokasi yang sangat vital bagi kehidupan warga setempat. Dalam waktu singkat, dua jembatan ini akan kembali membuka jalur transportasi yang terputus akibat bencana.

Pengerjaan Jembatan di Subarang Aia Hampir Rampung

Pembangunan jembatan bailey pertama di Subarang Aia sudah memasuki tahap akhir, dengan progres mencapai sekitar 90 persen. Kompol Dasrinal memperkirakan bahwa dalam satu atau dua hari ke depan, jembatan ini sudah bisa dilalui kendaraan. 

Konstruksi jembatan sudah berada di atas fondasi yang kokoh, dan tinggal beberapa tahapan finalisasi yang akan diselesaikan dalam waktu dekat.

Kehadiran jembatan bailey ini sangat vital untuk akses utama warga, terutama di daerah yang terkena dampak banjir. Bagi warga di Jorong Kayu Pasak Selatan, jembatan ini merupakan penghubung penting untuk menuju pasar tradisional, serta akses untuk keperluan sehari-hari lainnya. 

Dengan rampungnya jembatan ini, masyarakat akan kembali memiliki jalan yang aman dan bisa mengurangi ketergantungan pada jalur darurat.

Jembatan Bailey di Sawah Laweh Masuki Tahap Akhir Pengerjaan

Sementara itu, pengerjaan jembatan bailey kedua di Sawah Laweh juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat ini, progres pengerjaan jembatan ini telah mencapai 75 persen dan diperkirakan akan rampung pada Minggu.

Jembatan ini juga menjadi akses penting yang menghubungkan warga sekitar dengan fasilitas-fasilitas umum dan pasar.

Awalnya, Kapolri memerintahkan agar kedua jembatan bailey dapat selesai sebelum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Namun, cuaca buruk dengan intensitas hujan yang tinggi menjadi salah satu faktor yang menghambat percepatan pembangunan. 

Meskipun demikian, Polri tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini secepat mungkin agar warga dapat kembali mengakses jalur transportasi yang vital bagi kehidupan mereka.

Peran Polri dalam Pemulihan Infrastruktur di Agam

Untuk mempercepat pembangunan, Polri menurunkan 100 anggota Brimob Polda Sumbar yang telah bekerja keras di lapangan. Ditambah dengan enam teknisi dari Resimen Brimob Kelapa Dua, tim ini terus mengoptimalkan pengerjaan jembatan bailey agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

Pembukaan akses ini tidak hanya memberikan kemudahan transportasi, tetapi juga menjadi simbol keseriusan Polri dalam mendukung proses pemulihan daerah yang terdampak bencana di Ranah Minang.

Menurut Kompol Dasrinal, Polri berkomitmen untuk mendukung pemulihan daerah terdampak bencana dengan berbagai upaya, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan yang lebih luas, yang mencakup berbagai sektor kehidupan masyarakat yang terganggu akibat bencana.

Pentingnya Jembatan Bailey Bagi Masyarakat Setempat

Keberadaan jembatan bailey ini sangat dihargai oleh masyarakat setempat. Sebelumnya, masyarakat di Salareh Aia telah berusaha membangun jembatan darurat dengan menggunakan pohon kelapa dan bambu. 

Namun, karena intensitas hujan yang sangat tinggi dan debit air sungai yang meningkat pesat, jembatan darurat tersebut sering kali roboh dan tidak bisa digunakan dalam waktu lama.

Wali Nagari Salareh Aia, Rijal Islami, menyatakan bahwa keberadaan jembatan bailey sangat penting untuk memperlancar aktivitas masyarakat. 

"Kami sudah membangun tiga kali jembatan darurat, tapi selalu jebol. Oleh karena itu, keberadaan jembatan bailey ini sangat penting bagi masyarakat," ujarnya. 

Bagi warga setempat, jembatan ini tidak hanya menghubungkan mereka dengan pasar, tetapi juga memberikan kemudahan untuk mobilitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang harus pergi ke sekolah.

Pembangunan jembatan ini juga merupakan bagian dari pemulihan yang lebih luas di Kabupaten Agam, yang saat ini sedang berjuang untuk bangkit kembali setelah bencana alam yang melanda. Dengan adanya akses yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat kembali melaksanakan aktivitas ekonomi dan sosial mereka dengan lebih lancar, serta membantu mempercepat proses pemulihan kehidupan pasca-bencana.

Dukungan Polri dalam Pemulihan Bencana di Sumbar

Langkah cepat Polri dalam merampungkan pembangunan jembatan bailey di Agam menunjukkan bahwa pihak kepolisian tidak hanya berfokus pada tugas-tugas keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung proses pemulihan daerah-daerah yang terdampak bencana. Ini juga mencerminkan solidaritas yang tinggi antara institusi negara dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Dengan target yang semakin dekat untuk menyelesaikan kedua jembatan ini, masyarakat Agam bisa merasakan manfaat langsung dari upaya tersebut. 

Jembatan bailey yang dibangun oleh Polri ini akan menjadi akses vital yang tidak hanya memudahkan transportasi, tetapi juga mendukung pemulihan ekonomi dan sosial di kawasan yang terkena dampak banjir bandang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index