JAKARTA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam biasanya mulai mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun fisik.
Salah satu hal yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah mengenai kewajiban bersuci dari hadas besar sebelum menjalankan puasa. Tidak sedikit orang yang masih ragu tentang kapan mandi wajib harus dilakukan agar puasanya tetap sah sesuai tuntunan syariat.
Dalam ajaran Islam, bersuci dari hadas besar memang menjadi syarat untuk melaksanakan ibadah tertentu, terutama salat. Hadas besar dapat terjadi karena beberapa sebab, seperti hubungan suami istri, keluarnya mani, haid, maupun nifas.
Karena itu, mandi wajib dilakukan dengan cara menuangkan air ke seluruh tubuh sesuai tata cara yang telah ditetapkan untuk menghilangkan hadas tersebut.
Meski demikian, pemahaman tentang hubungan antara mandi wajib dan sahnya puasa sering kali masih keliru. Ada anggapan bahwa seseorang harus sudah mandi wajib sebelum waktu Subuh agar puasanya sah. Padahal, ketentuan fikih menjelaskan hal yang lebih rinci sehingga penting dipahami dengan benar agar tidak menimbulkan kesalahan dalam beribadah.
Kedudukan Bersuci Dalam Ibadah Puasa
Bersuci memiliki peran penting dalam Islam karena menjadi syarat sah bagi beberapa ibadah. Salat, misalnya, tidak dapat dilakukan tanpa keadaan suci dari hadas kecil maupun besar. Namun, puasa memiliki ketentuan yang berbeda dibandingkan ibadah salat.
Selama seseorang masih berada dalam keadaan hadas besar, ia memang tidak diperbolehkan melaksanakan salat. Akan tetapi, kondisi hadas besar tidak otomatis membatalkan puasa yang sedang dijalankan. Perbedaan inilah yang perlu dipahami agar tidak menyamakan seluruh syarat ibadah secara mutlak.
Dengan memahami kedudukan bersuci secara tepat, umat Islam dapat menjalankan puasa dengan lebih tenang. Fokus utama puasa tetap pada niat serta menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Waktu Mandi Wajib Terkait Puasa Ramadhan
Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin belum sempat mandi wajib hingga waktu Subuh tiba, baik karena cuaca dingin, keterbatasan waktu, maupun sebab lain. Situasi ini sering menimbulkan kekhawatiran apakah puasa yang dijalankan tetap sah.
Para ulama menjelaskan bahwa mandi wajib tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa. Meskipun mandi dilakukan setelah terbit fajar, puasa tetap dinilai sah selama hadas besar tersebut terjadi sebelum masuk waktu Subuh dan tidak disengaja berlangsung pada siang hari.
Penjelasan ini didasarkan pada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan Ummu Salamah RA:
“Nabi Muhammad Saw pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub karena berjima. Setelah masuk waktu Subuh tiba, beliau mandi dan berpuasa.”
Keterangan tersebut menegaskan bahwa seseorang yang masih dalam keadaan junub saat Subuh tetap dapat melanjutkan puasanya, kemudian mandi wajib setelahnya tanpa memengaruhi keabsahan puasa.
Pendapat serupa juga dijelaskan oleh para ulama fikih, bahwa perempuan yang telah suci dari haid sebelum fajar namun baru mandi setelah fajar tetap sah puasanya pada hari tersebut. Dengan demikian, mandi wajib tidak harus dilakukan sebelum sahur atau sebelum Subuh untuk menentukan sahnya puasa.
Perbedaan Mandi Wajib Dan Mandi Sunnah Di Bulan Ramadhan
Penting pula membedakan antara mandi wajib dan mandi sunnah. Mandi wajib dilakukan karena adanya hadas besar dan berkaitan dengan syarat sah ibadah tertentu seperti salat. Sementara itu, terdapat pula anjuran mandi sunnah menjelang atau selama bulan Ramadhan.
Dalam literatur fikih disebutkan adanya mandi-mandi yang disunnahkan, termasuk mandi pada malam-malam Ramadhan. Anjuran ini bertujuan menjaga kebersihan dan kesiapan fisik dalam menjalankan ibadah, bukan sebagai penentu sah atau tidaknya puasa.
Karena itu, seseorang yang tidak melakukan mandi sunnah tetap sah puasanya. Sebaliknya, mandi wajib hanya berkaitan dengan penghilangan hadas besar agar dapat melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian, terutama salat lima waktu.
Memahami perbedaan ini membantu umat Islam menempatkan setiap amalan sesuai porsinya. Tidak semua yang dianjurkan bersifat wajib, dan tidak semua kewajiban berkaitan langsung dengan sahnya puasa.
Hikmah Memahami Ketentuan Bersuci Sebelum Puasa
Mengetahui hukum mandi wajib sebelum puasa Ramadhan memberikan ketenangan dalam beribadah. Umat Islam tidak lagi dibayangi kekhawatiran berlebihan ketika menghadapi kondisi tertentu yang membuat mandi wajib tertunda hingga setelah Subuh.
Selain itu, pemahaman yang benar mencegah munculnya anggapan keliru yang dapat memberatkan diri sendiri. Islam pada dasarnya memberikan kemudahan tanpa mengurangi kesempurnaan ibadah, selama ketentuan syariat tetap dipatuhi.
Puasa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum memperdalam ilmu agama. Dengan memahami aturan bersuci secara tepat, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk, yakin, dan sesuai tuntunan.
Pada akhirnya, mandi wajib memang penting untuk menghilangkan hadas besar sebelum melaksanakan salat. Namun, ia bukan syarat sah puasa. Selama hadas besar terjadi sebelum Subuh dan tidak disengaja berlanjut di siang hari, puasa tetap sah meskipun mandi dilakukan setelah fajar. Pemahaman ini diharapkan membantu umat Islam menjalani Ramadhan dengan lebih tenang serta penuh keyakinan dalam beribadah.